An Essay of Youth Epiphenomena

Hanum Finisha Morbidezza *

Sketch Of A Day
Setapak demi setapak menyusuri malam jalanan kota. Bulan tetap merona di tiap tanggal tertentu. Saat itu orang-orang beranjak dari pelukan dingin, keluar rumah sekedar menyapa keheningan malam dan mencari kehangatan wajah sang rembulan. Anak anak mulai bercanda saling menyapa bermain di tempat-tempat gelap untuk dicari teman lainnya. Petak umpet, begitu mereka biasa menyebutnya. Muda-mudi berjalan menyusuri kelembutan malam dengan menenteng holy’s book pulang dari persimpuhan tempat ibadah sambil bercanda sampai pada saling melirik lawan jenis dengan teguran manis untuk menarik perhatian. Ketika malam sudah mulai larut, lelah, hanya sebait kata yang terlukis dalam benak kembali ke peraduan.

I’m consoled only in sleep,

Finding happiness in dreams[1]

Fenomena itu mungkin terjadi pada waktu yang telah lewat. Bulan sampai sekarang tetap sama, matahari pun tetap sama tiap waktu –terus terang, terang terus- hanya letak pergeseran bumi yang menjadikan siang dan malam[2]. Akan tetapi, isi kreasi malam sudah mulai berbeda, tiada lagi anak-anak yang bermain petak umpet, orang-orang dewasa sudah mulai terlelap dalam dunia yang lainnya lagi. Jalanan berliku dalam carut marut orang lalu lalang, tergantikan hiruk pikuk suasana malam yang beraneka warna, mulai dari nonton sinetron, nongkrong di caffé dan discotique, lembur kerja tiap malam, bermain play station dan aneka situasi lainnya. Mode mulai berubah dari celana baggy ke arah cut bray dengan branded yang ditawarkan bervariasi seperti spyderbild, rip curl, quicksilver. Kaos-kaos ketat menampakkan bermacam [ maaf ] varian puser, merk celana dalam, sampai aneka warna belahan pantat? Rambut di reebonding dengan tampilan high light berwarna sampai dengan jelly yang ditata acak-acakan. Tiada lagi sandal jepit, berganti dengan sepatu-sepatu Nike, Airwalk, reebok. Tentengan kitab suci digantikan handphone berkamera, dzikir-dzikir tasbih digantikan dengan mencet tombol untuk mengirim SMS,MMS di mall-mall dan seterusnya, dan….seterusnya. Dan malam semakin larut membuaikan. Read the rest of this entry »

Silaturrahmi Akbar 2009

Logo Silaturrahmi Akbar 2009Mengundang rekan-rekan semua yang tergabung dalam HMI AA YKPN untuk berkumpul dalam acara ” Silaturahmi Akbar Batra Komisariat AA YKPN Yogyakarta ” pada :

Hari / Tanggal : Minggu / 9 Agustus 2009

Tempat : Anjungan Riau – TMII

Pintu Masuk :

Utama ( samping masjid At Tiin ) karena ada diskon tiket untuk AA YKPN yang datang cuma bayar 5.000 per kepala kec anak dibawah 3 tahun gratis.

Pukul : 10.30 – selesai

Acara :

1. Silaturahmi antar anggota

2. Peresmian Yayasan Insan Harmoni

3.Lain -lain

Kontribusi Rp 25.000 per orang , bisa di transfer ke BCA KCP Otista , Rek no 553.0268553, atas nama Adriansyah.

Mohon Konfirmasinya bila berkenan hadir.

Untuk keterangan lebih lanjut harap hub panitia :

Akhiryun Badrus ( Awang ‘ 90 ) – 081514123870

Rahmad ’02 – 081392768376

Deby ’98 – 08121334857

MODUS VIVENDI ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN

Selayang Pandang

The situation in the twentieth century-not to mention intervening centuries- has been marked by similar and even more drastic changes. The political structure has been very fluid. Monarchistic institutions hava given way to the democratic, and democratic institutions in turn have been beset by fascistic and communistic ones. Industrial economies have rapidly out stripped agrarian and commercial ones. International war not once but twice has tested men’s political and economic ideologies. Reinforced by remarkable development of science, the intellectual turn over of ideas has never been so great. Consequently people today, as twenty-five hundred years ago, are raising the age-old questions about how to educate their children for the dynamic social conditions in which they live. If their answers are confused and faltering, there should be no occasion for surprise, uncertain times give rise to uncertain answers. (Brubacher,1950; 2).

Fenomena tersebut adalah gambaran realitas obyektif-aktual yang berlangsung selama berabad-abad, dan hingga kini dampak realitas tersebut masih dapat dirasakan. Berbagai arketipe-arketipe untuk membahas tentang kadar filsafati tentang pendidikan telah banyak bermunculan. Thomas Hidya Tjaya mengatakan bahwa tujuan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mengajarkan kepada peserta didik berbagai kebenaran yang telah ditemukan oleh manusia, baik yang saintifik, filosofis maupun religius (Tjaya,2004; 35). Read the rest of this entry »

IDEALITAS KONSEP FILSAFAT PENDIDIKAN

Konsepsi Filsafat Pendidikan

Karena kehidupan di alam semesta

Terangkat dari kekuatan diri,

Hidup menjadi sebanding kekuatan ini!

Sekiranya setitik air terserapi sadar diri

Kadarnya yang tiada harga

Akan meningkat seringkatan mutiara!

‘Pabila rerumputan menemukan daya tumbuh

dalam dirinya

tangkainya kan mengembang seluas taman.

Hanya karena bumi mewujud kukuh dan tangguh

Tertawan bulan dalam kitarannya nan abadi

Adapun surya ditakdirkan lebih jaya dalam daya

Dan bumi terpukau terpikat sorotan matanya!

Sekiranya saja hidup mampu menimba daya

Dari lubuk dirinya sendiri

Alunan hayat ‘kan meluas melaut samudera!

Puisi Muhammad Iqbal tersebut merupakan pencapaian tingkat kesadaran tertinggi, yang paling sadar akan realitasnya (Syaidain,1986; 27). Konsep ini lebih menggambarkan persoalan individu untuk dapat merubah seluruh daya hidupnya dengan usaha. Read the rest of this entry »

FLEKSIBILITAS DAN KEADILAN BANK SYARIAH

Istilah bank syariah pada masa Rasulullah SAW belum dikenal, namun secara individu beberapa produk bank syariah seperti jual beli, sewa menyewa, gadai, mudharobah titipan, pengelolaan zakat, infaq, dan shadaqoh telah dipraktikkan oleh Rasulullah. Praktik ekonomi syariah selanjutnya dikembangkan oleh para sahabat, seperti penggunaan cek, pinjam meminjam harta, asuransi, dan lain sebagainya. Mulai tahun 1956, secara formal bank syariah berdiri sebagai institusi lembaga keuangan syariah hingga saat ini. Fungsi bank syariah tidak berbeda dengan bank konvensional, yaitu sebagai lembaga intermedier antara nasabah yang memiliki dana dengan nasabah yang membutuhkan dana. Kedua bank tersebut melakukan kegiatan penarikan dana (financing) dan penyaluran dana serta jasa lainnya.

Jenis produk penarikan dana bank syariah dan bank konvensional memiliki kemiripan nama, seperti giro, tabungan dan deposito, namun kontrak yang digunakan berbeda. Bank konvensional menggunakan penghargaan dalam bentuk bunga bagi penabung, sedangkan dalam bank syariah menggunakan akad kerjasama bisnis (bagi hasil) dan titipan (bonus). Read the rest of this entry »

DARI GLOBALISASI MENUJU TATANAN SISTEM NEOLIBERALISME

Secara pemikiran, globalisasi adalah perentangan cara berpikir seluas bola dunia. Seluruh dunia, diberbagai belahan dunia manapun akan terjangkau karena kemajuan tekhnolgi dan informasi. Pemanfaatan tekhnologi dan informasi kian mengglobal. Seiring dengan aktivitas perdagangan dunia yang tidak lagi menemukan hambatan dari batas suatu negara. Dimana industri otomotif raksasa Jepang bisa merelokasikan pabrik otomotifnya di China, India, dan juga Indonesia. Kemudian, globalisasi menemukan momentumnya ketika kemajuan informasi khususnya Internet dan Telepon menjadi kebutuhan yang kian hari kian diminati, diakses oleh khalayak umum tanpa memandang usia. Kehadiran globalisasi dalam sendi tatanan kehidupan manusia khususnya di bidang ekonomi akan cenderung mengarah ke “dunia baru”, tatanan dunia dengan sistem neo-liberalisme.

Perusahaan – perusahaan multinasional yang sebelumnya sudah besar dan mapan melakukan penggabungan atau merger upaya memperluas ekspansi pasar yang sifatnya lebih mendunia. Sebut saja ”Exxon” sebelum menggandeng “Mobil” merupakan operator eksplorasi dan distribusi minyak terbesar di Amerika Utara yang pada awal tahun 1900-an berhasil memonopoli bisnis perminyakan di Amerika Serikat (AS). Karena hak memonopoli pasar dilarang dalam undang – undang maka kepemilikan dari Exxon sendiri dipecah – pecah, tetapi tetap saja mempunyai pangsa pasar yang cukup luas. Di industri otomotif, Toyota Jepang menggandeng perusahaan AS yang memproduksi mobil yaitu Limosin, berkolaborasi merakit mobil dengan merek “Lexus” mobil mewah teruntuk kalangan atas. Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.